Rabu, 09 Mei 2012

PENINGSETAN/ SRAH SRAH-AN

Peningsetan yang berasal dari kata 'singset' atau langsing, memiliki arti untuk mempersatukan; Kedua keluarga mempelai setuju untuk kedua anak mereka disatukan dalam tali pernikahan. Keluarga pengantin pria datang berkunjung ke kediaman keluarga pengantin perempuan membawa berbagai macam hadiah                               
Satu set Suruh Ayu (semacam daun yang wangi), mendoakan keselamatan.
Pakaian batik dengan motif yang berbeda-beda, mendoakan kebahagiaan. Kain kebaya, mendoakan kebahagiaan.
Ikat pinggang kain (setagen) bewarna putih, melambangkan kemauan yang kuat dari mempelai perempuan
     
Buah-buahan, mendoakan kesehatan.
Beras, gula, garam, minyak, dll, melambangkan kebutuhan hidup sehari-hari.
Sepasang cincin untuk kedua mempelai.
Sejumlah uang untuk digunakan di acara pernikahan.
Acara ini disebut juga acara serah-serahan - bisa diartikan sang calon mempelai perempuan 'diserahkan' kepada keluarga calon mempelai pria sebagai menantu mereka atau calon mempelai pria nyantri di kediaman keluarga calon mempelai perempuan.


Pada masa kini, demi alasan kepraktisan, kedua belah pihak kadang-kadang dapat berbicara langsung tanpa upacara apapun. 
Selain menghemat waktu dan uang, juga langsung pada pokok persoalan


Sesajian untuk upacara midodaren:
Nasi dimasak dengan santan. 
Ayam inkung yang telah dimasak 
Bumbu sayuran 
Kembang telon 
Teh dan kopi pahit 
Minuman kelapa muda dengan gula kelapa 
Lampu lentera yang dinyalakan 
Pisang Raja 
Kembang setaman 
Lemper, kue 
Rokok dan kretek

Barang-barang yang ditaruh di kamar pengantin:

Satu set Kembar Mayang. 
Dua kendi yang diisi bumbu, jamu, beras, 
kacang, dll, dan ditutupi  
kain batik.
Dua kendi yang berisi air  

kembang setaman  
ditutupi daun dadap  
serep. 
Ukub yaitu sebuah  
nampan berisi wangi- 
wangian daun dan 
bunga yang diletakkan  
di bawah tempat tidur. Suruh Ayu
Kacang 

Tujuh macam kain tradisional 

 Makanan sesajian dapat dikeluarkan dari kamar  
setelah tengah malam.  
Sanak keluarga dan para  
tamu dapat memakannya
                         
Pada zaman dahulu, acara temu keluarga antara kedua keluarga pengantin dilakukan setelah tengah malam, namun sekarang ini, dengan alasan kepraktisan, kedua keluarga dapat bertemu seperti yang disebutkan di atas.


Selama acara midodaren berlangsung, calon mempelai pria tidak boleh masuk menemui keluarga calon mempelai perempuan. Selama keluarganya berada di dalam rumah, ia hanya boleh duduk di depan rumah ditemani oleh beberapa teman atau anggota keluarga. Dalam kurun waktu itu, ia hanya boleh diberi segelas air, dan tidak diperbolehkan merokok. Sang calon mempelai pria baru boleh makan setelah tengah malam. Hal itu merupakan pelajaran bahwa ia harus dapat menahan lapar dan godaan. Sebelum keluarganya meninggalkan rumah tersebut, kedua orang tuanya akan menitipkan anak mereka kepada keluarga calon mempelai perempuan, dan malam itu sang calon mempelai pria tidak akan pulang ke rumah. Setelah mereka keluar dari rumah dan pulan, calon mempelai pria diijinkan masuk ke rumah namun tidak diijinkan masuk ke kamar pengantin. Calon mertuanya akan mengatur tempat tinggalnya malam itu. Ini disebut dengan Nyantri. Nyantri dilakukan untuk alasan keamanan dan praktis, mengingat bahwa besok paginya calon pengantin akan              
didandani dan dipersiapkan untuk  
acara Ijab dan  
acara-acara lainnya.












































Sabtu, 05 Mei 2012

" S I R A M A N "

Tgl. 05April 2012,       ba'da Ashar.....
 " S I R A M A N "
                                     
Acara yang dilakukan pada ba'da Ashar, Satu hari sebelum upacara ijab/ akad nikah ini Kata siraman berasal dari Kata siram yang berarti mandi. Siraman mengandung arti rnemandikan calon pengantin yang disertai dengan niat membersihkan diri agar menjadi bersih dan murni/suci lahir batin. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau halaman keluarga masing-masing dan dilakukan oleh orang tua atau wakil mereka.Ada tujuh Pitulungan atau penolong (Pitu artinya tujuh)- biasanya tujuh orang yang dianggap baik atau penting - yang membantu acara ini. 

Airnya m e r u p a k a n campuran dari kembang setaman yang disebut Banyu Perwitosari,  jika  m e m u n g k i n k a n diambil dari tujuh mata air yg m e l a m b a n g k a n kehidupan. K e l u a r g a pengantin perempuan akan mengirim utusan dengan membawa Banyu Perwitosari ke kediaman keluarga pengantin pria dan menuangkannya di -   dalam  rumah  pengantin  
                                          pria. 

Acara siraman diawali oleh orang tua dan ditutup oleh Pemaes yang kemudian dilanjutkan dengan memecahkan kendi.


Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum acara dimulai:

Tempat air dari perunggu atau tembaga yang berisi air dari tujuh mata air.

Kembang setaman yaitu bunga-bunga seperti mawar, melati, cempaka, kenanga, yang ditaruh di air.     

Aroma lima warna yang digunakan sebagai sabun

Sabun cuci rambut tradisional dari abu dari merang, santan, dan air asam Jawa.

Gayung yang berasal dari kulit kelapa sebagai ciduk air.


Kursi yang dilapisi tikar, kain putih, dedaunan, kain lurik untuk tempat duduk pengantin selama prosesi berlangsung

Kain putih untuk dipakai selama upacara siraman.

B a j u   b a t i k untuk dipakai  setelah uparaca siraman.
        
Kendi.


Sesajian :          merupakan hal yang dianggap penting dalam upacara Jawa. Sesajian untuk siraman terdiri dari berbagai macam sajian:

Tumpeng Robyong, nasi kuning dengan hiasan-hiasan. 

Tumpeng Gundhul, nasi kuning tanpa hiasan.
     
                       





Makanan seperti  ayam, tahu, telur.                Buah-buahan seperti pisang dan lain-lain.
     
 Kelapan muda.

 Tujuh macam bubur.
   

Urut-urutan acara siraman adalah sebagai berikut:
Pengantin pria / perempuan dengan rambut terurai keluar dari kamarnya diiringi oleh orang tuanya masing-masing.


Pengantin tersebut berjalan menuju tempat siraman. 


Beberapa orang berjalan di belakang mereka membawa baju batik, handuk, dan sebagainya.     

Pengantin tersebut duduk di kursi dan memanjatkan doa.

Sang ayah memandikan sang pengantin, disusul oleh sang ibu 

Sang pengantin duduk dengan kedua tangan diletakkan di depan dalam posisi berdoa.

Mereka menuangkan air ke atas tangannya dan sang pengantin berkumur tiga kali.

Lalu mereka menuangkan air ke atas kepalanya, muka, telinga, leher, tangan dan kaki masing masing tiga kali.

Setelah orang tua menyelesaikan prosesi siraman disusul oleh empat orang lain yang dianggap penting

Orang terakhir yang memandikan sang pengantin adalah Pemaes atau orang lain yang dianggap spesial. Sang pengantin dimandikan dengan sabun dan shampo (secara simbolik).
Setelah itu acara pecah kendi yang dilakukan oleh ibu pengantin perempuan. 
Sang pengantin akan mengenakan baju batik kemudian diiringi kembali ke kamar pengantin dan bersiap siap untuk acara Midodaren

Pecah Kendi :
Kendi yang digunakan untuk siraman diambil. Ibu pengantin perempuan atau Pameas (untuk siraman pengantin pria) atau orang yang terakhir akan memecahkan kendi dan mengatakan: "Wis Pecah Pamore" - artinya sekarang sang pengantin siap untuk menikah.




Ngerik
Setelah acara Siraman, pengantin perempuan duduk di dalam kamarnya. Pemaes lalu mengeringkan rambutnya dan memberi pewangi di rambutnya. Rambutnya lalu disisir dan digelung atau dibentuk konde. Setelah Pameas mengeringkan wajah dan leher sang pengantin, lalu ia mulai mendandani wajah sang pengantin. Lalu sang pengantin akan dipakaikan baju kebaya dan kain batik. Sesajian untuk upacara Ngerik pada dasarnya sama untuk acara siraman. Biasanya supaya lebih mudah sesajian untuk siraman digunakan / dimasukkan ke kamar pengantin dan dipakai untuk sesajian upacara Ngerik.


Gendhongan
Kedua orang tua pengantin perempuan menggendong anak mereka yang melambangkan ngentaske artinya mengentaskan seorang anak










 


Pangkas Rikma lan Tanam Rikma :
Acara memotong sedikit rambut pengantin perempuan dan potongan rambut tersebut ditanam di rumah belakang


Dodol Dhawet
Kedua orang tua pengantin wanita berjualan minuman dawet yaitu minuman manis khas Solo, tujuannya agar banyak tamu yang datang






































Untuk upacara siraman sebetulnya jumlah orang yang akan memandikan tidak dibatasi, semakin banyak semakin baik asal jumlahnya ganjil. Namun untuk menjaga agar calon pengatin tidak kedinginan maka jumlah orang yang akan memandikan ditetapkan pitu (tujuh orang) yang berarti pitulungan. Siraman ini akan diakhiri oleh juru rias atau sesepuh (orang yang dituakan) dengan memecah kendi/klenthing dari tanah liat












Siraman Pengantin Putra :

Urut-urutan upacara siraman pengantin putra adalah sama seperti sirama pengantin putri hanya yang menyiram pertama adalah Bapak pengantin putra.
Setelah upacara siraman pengantin selesai, maka pengantin putra ke tempat pemondokan yang tidak jauh dari tempat kediaman pengantin putri. Dalam hal ini pengantin putra belum diizinkan tinggal serumah dengan pengantin putri. Sedangkan pengantin putri setelah siraman berganti busana dengan busana kerik, yaitu pengantin putri akan dipotong rambut bagian depan pada dahi secara merata.





" HIASAN PERNIKAHAN ".

 Tanggal 04 April 2012 mulai sore ba' da Ashar sampai Shubuh Tanggal. 05 April 2012.

 " HIASAN PERNIKAHAN "


S e h a r i sebelum pernikahan, di depan gerbang rumah pengantin perempuan akan dihiasi janur kuning yang terdiri dari berbagai macam tumbuhan dan daun-daunan:
 :
2 pohon pisang dengan setandan pisang masak pada masing-masing pohon, melambangkan suami yang akan menjadi kepala rumah tangga yang baik dan pasangan yang akan hidup baik dan bahagia dimanapun mereka berada (seperti pohon pisang yang mudah tumbuh dimanapun).
Tebu Wulung atau tebu merah, yang berarti keluarga yang mengutamakan pikiran sehat.



Cengkir Gading atau buah kelapa muda, yang berarti pasangan suami istri akan saling mencintai dan saling menjagai dan merawat satu sama lain.


Berbagai macam daun seperti daun beringin, daun mojo-koro, daun alang-alang, dadap serep, sebagai simbol kedua pengantin akan hidup aman dan keluarga mereka terlindung dari mara bahaya.

Selain itu di atas gerbang rumah juga dipasang bekletepe yaitu hiasan dari daun kelapa untuk mengusir roh-roh jahat dan sebagai tanda bahwa ada acara pernikahan sedang berlangsung di tempat tersebut.

Sebelum Tarub/ Terop dan janur kuning tersebut dipasang, sesajen atau persembahan sesajian biasanya dipersiapkan terlebih dahulu.

Sesajian tersebut antara lain terdiri dari: pisang, kelapa, beras, daging sapi, tempe, buah-buahan, roti, bunga, bermacam-macam minuman termasuk jamu, lampu, dan lainnya.
Arti simbolis dari sesajian ini adalah agar diberkati leluhur dan dilindungi dari roh-roh jahat. Sesajian ini diletakkan di tempat-tempat dimana upacara pernikahan akan dilangsungkan, seperti kamar mandi, dapur, pintu gerbang, di bawah Tarub, di jalanan di dekat rumah, dan sebagainya


Dekorasi lain yang dipersiapkan adalah Kembar Mayang yang akan digunakan dalam upacara panggih

Jumat, 04 Mei 2012

" Selama Juli 2011 s/d Mei 2012 Inilah yg bikin saya tdk ngeblok"

BABAT ALAS :

Saat itu saya dan keluarga hijrah dari Mojoarum Surabaya Trosobo Sidoarjo karena rumah di Surabaya diganti atapnya, maklum rumah itu dibangun tahun 1968. Saya pengidap asma debu adalah musuh utama karena itu kami sekeluarga tinggal di rumah Trosobo.




Tanggal 24 September 2011 :
itulah awal calon besan dan menantu silaturahmi di rumah kami di Trosobo Sidoarjo.

Kronologis  ketemu jodoh pada orang Jawa  dahulu ,  biasanya melalui cara yang disebut :


    " Babat Alas " 

1.
 artinya membuka hutan untuk merintis membuat lahan. Dalam hal abat  
  alas ini, orangtua pemuda merintis  seorang  congkok untuk mengetahui   
  apakah si gadis sudah mempunyai  calon atau  belum.  
  Istilah   umumnya disebut nakokake artinya menanyakan

2. Kalau sang pemuda belum kenal dengan s a n g   g a d i s, maka adanya  
  upacara  nontoni, lalu sang pemuda diajak keluarganya datang ke rumah  
  sang gadis  pada saatpemuda itu  diajak/ d i b e r i  kesempatan   untuk     
  nontoni  sang gadis   pilihan orang tuanya

3. Karena   c o c o k  artinya saling  s e t u j u,  kemudian disepakati untuk  

  kelanjutannya secara resmi akan  datang  lagi  bersama  keluarga untuk  
  nglamar  atau meminang.  Karena masing -2  mempunyai kesibukan dan  
  karena  tempat  tinggal  yang  lain  kota,  lain propinsi yang cukup jauh,   
  maka  disepakatilah resmi lamaran pada bulan Nopember 2011



Tanggal 05 Nopember 2011 :


Di Jawa seperti juga ditempat  l a i n, pada prinsipnya  perkawinan terjadi karena  keputusan  dua  insan  yang  saling  jatuh cinta. Itu merupakan hal yang prinsip. Meski ada juga perkawinan  yang  terjadi  karena di jodohkan orang tua yang terjadi dimasa lalu. Sementara orang-orang tua zaman dulu berkilah melalui pepatah : Witing tresno jalaran soko kulino, artinya : Cinta tumbuh karena terbiasa.

Di Jawa dimana kehidupan kekeluargaan masih kuat, sebuah perkawinan tentu akan  mempertemukan  dua  buah  keluarga  besar.   Oleh  karena  itu, sesuai kebiasaan yang berlaku, kedua  insan  yang berkasihan  a k a n  memberitahu keluarga  masing - masing  bahwa  mereka  telah  menemukan pasangan yang cocok dan ideal untuk dijadikan suami/istrinya.


Bibit, Bebet, Bobot


Secara  tradisional, pertimbangan  penerimaan seorang  calon  menantu  ber -dasarkan kepada bibit, bebet dan bobot.
Bibit :artinya mempunyai latar  kehidupan keluarga yang baik.

Bebet : calon  penganten, terutama p r i a, m a m p u memenuhi k e b u t u h a n keluarga.


Bobot :  k e d u a   c a l o n penganten adalah  o r a n g yang berkwalitas, bermental b a i k   dan   berpendidikan cukup.
Biasanya  setelah  k e d u a belah  pihak orang tua  atau keluarga   m e n y e t u j u i perkawinan, maka dilakukan langkah - langkah  selanjut-nya, menurut kebiasaan adalah sebagai berikut :

Lamaran :

Biasanya  y a n g   melamar adalah    p i h a k   c a l o n penganten  pria. Pada masa lalu,  o r a n g  tua c a l o n penganten p r i a mengutus s a l a h   seorang  anggota k e l u a r g a n y a    untuk meminang. Tetapi   k i n i, untuk praktisnya  orang tua pihak  lelaki  bisa  langsung meminang kepada orang tua pihak  wanita . Bila s u d a h   di-terima, langsung  akan dibicarakan langkah-langkah selanjutnya sampai terjadinya upacara perkawinan.

Hal-hal yang perlu dibicarakan antara lain meliputi :
Tanggal  dan  hari  pelaksanaan perkawinan, ditentukan kapan pernikahannya, jam berapa, biasanya dicari hari baik. Kalau hari pernikahan sudah ditentukan, upacara lain yang terkait seperti : peningsetan, siraman, midodareni, panggih , resepsi dll, tinggal disesuaikan.

Dalam  upacara nglamar, keluarga pihak sang pemuda    menyerahkan  barang kepada pihak sang   g a d i s   sebagai  peningset  yang    terdiri dari pakaian lengkap, dalam bahasa Jawanya sandangan   sakpangangadek.      



"ADA RAHASIA DIBALIK RAHASIA"

PUKUL 19.00 Ba'da Magrib di kota Mataram.............

Saat ini entah karena apa, sehabis sholat Jum'at aku kok bisa sampai saat ini bertahan di depat lap top.....Beda dengan di kota Kupang kota sejuta Gereja hari Minggu adalah hari Tuhan, aktifitas dilapangan praktis libur, kecuali ada sesuatu yang harus dikerjakan. Di Mataram Negeri sejuta masjid tidak ada hari libur, kecuali hari Jum' at agak mengurangi kegiatan karena terpotong sholat Jum'at. Atau kalau membutuhkan waktu lama pekerjaan tidak boleh terhenti (Pengecoran) kalau perlu ditunda keesokan harinya.

Betul karena tidak ada yang perlu diawasi, benah2 rumah....sholat Jum'at...terus nongkrong surving di dunia maya..............

Melanjut tulisan sebelum ini....setelah Idul Fitri tahun lalu.....Ada sesuatu yang  mengagetkan .....buat aku sehingga kosentrasiku terfokus ke urusan yang belum pernah selama hidup aku alami.....yaitu rencana menikahkan anak.....!

Tidak pernah terbayangkan.....anak ku yang pertama....ternyata tumbuh menjadi seorang gadis yang sudah pantas dipinang oleh seorang pemuda.

Saya baru menyadari kata2 bekas juragan yang sekarang jadi penguasa di Indonesia Timur.....ADA RAHASIA DIBALIK RAHASIA    !
Kadang sebagai manusia biasa tidak mau terima, apa lagi menyangkut anak ! apa lagi dipropokatori oleh ibunya.

Gadis kecilku setelah melamar pekerjaan, masuk diklat....ojt.......terus ditempatkan di kota Sumbawa besar. Karena propokator ibunya, karena tidak tega anak gadisnya ditempatkan jauh darinya, saya berusaha keras supaya di tempatkan di Surabaya. 
Maksudnya masih dekat sama ibunya, mana sih ada ibu tega berjauhan dengan anaknya, apa lagi anak gadisnya.

Jam 19.29 waktu Mataram, adhan Isya di masjid depan berkumandang.....!

Disamping itu, pagi bekerja, sore bisa ambil S2 di its. biar tidak seperti Bapak, Ibunya yang cuma lulusan SLTA pumpung masih bisa membiayai.

Ternyata Allah SWT menghendaki lain. Saya sudah berusaha ke yang ngrekut di Ragunan di pingpong ke SDM pusat katanya yang menempatkan, mereka sama2 tidak tahu siapa yang mengkonsep dan mengetik penempatanya. Sampai ketemu.....terus beliau menjawab..."Kalau Bapak jadi saya " putri Bapak saya pindahkan dalam waktu singkat setelah penempatan ini, Alangkah ramenya suara teman2 angkatan putri Bapak. Coba Bapak intip yahoo mail angkatan putri Bapak. Jadi seperti apa nama saya nanti ". Tanpa menunggu kelanjutannya langsung saya jawab : Terima kasih Pak ! Saya tidak berpikir sejauh itu, Jangan pak jangan dipindah, anggap saja saya tidak pernah menghadap Bapak. Saya tidak mau orang lain susah, karena ulah saya "
Dengan menyesal dan permintaan maaf beliau berkata kepadaku.....

Saya sempat ketemu beberapa mantan  Bos terdahulu yang sekarang berkator  kantor pusat, sempat bercerita kedatangan saya ke Pusat, dan ikhilasan saya tentang penempatan gadis kecilku. Disitulah salah seorang ada yang memberi motifasi yang tidak terlupakan yaitu "ADA RAHASIA DIBALIK RAHASIA"

Ya Allah, ampunilah hambamu ini, yang tidak tahu apa yang terbaik yang Allah limpahkan buat saya dan keluarga !

Betul ! Ternyata jodoh gadis kecilku itu ada di Sumbawa ! Astaghfirullahal'adzim !

" KENANGAN DI KOTA KUPANG "

SWITE-CAKRANEGARA MATARAM


Hari Jum'at tgl. 04 Mei 2012........Ba' da sholat Ashar.....


Lama sekali tidak kusentuh dan kulihat blog ini............Yang terakhir puasa di kota Kupang.....pada saat itu kosentrasi dan berusaha tidak batal puasa karena panasnya di lapangan karena pantulan tanah berbatu putih, sengatan matahari dan energi yang kukeluarkan karena harus berjalan kaki mendaki, menuruni lembah, menyebrang kali kecil sebab mobil tidak bisa mendekati lokasi.

Pada bulan puasa yang lalu bolong2 untuk sholat trarawih walaupun bukan wajib tetapi ada kepuasan bathin buat aku, bila selama bulan puasa bisa lengkap dengan sholat tarawih apa lagi kalau berangkat dan pulang bersama keluarga menuju masjid.
Di masjid dekat rumah di Kupang, tiap habis sholat Tarawih kami biasanya kami bersilaturahmi sasama jamaah tidak buru buru pulang saling mengenal asal dari mana, dll. persaudaraan sangat kuat tanpa ada jurang  kaya, miskin. Punya jabatan atau tidak. Maklum muslim dikota kupang minoritas.

Di Kupang seusai dari lapangan terutama turun dari  kota Soe yang jaraknya kurang lebih 100 kM kami mendengarkan salah satu radio yang satu2nya menyiarkan  adhan magrib. Sering adhan magrib kurang 5 ~ 10 menit mobil kami sudah parkir di restoran Padang. Dan salah satu dari kami sudah pesan minuman dulu dan pernah kami mengelilingi meja makan lengkap hidangan dan minuman menunggu komando adhan magrib.

Kadang2 kenangan di kota Kupang, mengangenkan. Betapa tidak kadang2 sholat Dhuhur, Ashar, wudhu masuk sungai yang airnya bening kelihatan batu dibawahnya, kemudian naik beralaskan sajadah kertas bekas kertas semen dengan iringan suara mesin molen dan burung2, kedepan memandang sungai mengalir atau memandang bukit2 gundul. Alangkah Indahnya.........

Ada lagi yang tidak terlupakan disamping teman2 ku yang mungkin masih disana Pak Mus, Bu Mus.... Pak Tarman, Pak Tiarno, Pak Edy, Sius...........masih banyak lagi.........belum teman teman pekerja dari Jawa dan lokal disana.......terutama teman sekamar.......Lestari
Sehari setelah mengirimkan pakaian saya yang tertinggal dikupang ke Mataram (sms di hp tentang pengiriman itu masih ada tdk akan kuhapus sampai hp rusak atau hilang) teman sekamar yang kadang teman berbincang sebelum tidur meninggal dunia katanya karena serangan jantung.

Dikamar itu Lestari tidur diatas tempat tidur Kapuk, saya yang tidak kompromi dengan kasur kapuk karena penderita Asma tidur dibawah diatas selembar kasur busa. Saya sendiri tidak mengerti pennyakit jantung, betapa jahatnya penyakit itu. Rutin tiap pulang dari lapangan, setiba dirumah Sius selalu membuatkan kami berdua masing2 secangkir kopi kental....Mestinya kalau Lestari punya penyakit jantung tidak akan minum kopi. Mengapa diagnosa dokter ? ...kemudian divonis terkena penyakit jantung.
Allahu Akbar ! semua sudah ada tulisannya, memang harus begitu !  Lahir...., Kawin..., Mati...., Sudah tertulis !

Mendekati magrib......di negeri sejuta masjid....Mataram.....nanti nulis lagi....kalau sempat !

Minggu, 31 Juli 2011

Persiapan Puasa di Kota Kupang

Minggu pagi ini seperti hari minggu yang lalu kalau hari itu tidak ada kegiatan habis sholat shubuh kubalas dendamku untuk ....tidur lagi,,,,,
Bangun tidur....Buka pintu depan, belakang, cendela depan, samping...............karena tidak ada teman sehabis buat kopi nyalakan laptop.

Ambil HP membalas SMS ucapan Selamat menunaikan ibadah puasa dari teman2 yang antri masuk nunggu dibalas, maklum saya dianggap orang tua yang pantas diberi ucapan.

Sdh lama nggak ngeblok, terlalu lelah rata2 tiap hari masuk rumah diatas waktu magrib, Kupang ~ Soe lebih 100 Km PP.
Hari Minggu ini dan Hari Senin besuk kegiatan di Lapangan diliburkan sebagai bentuk 
menghormati awal bulan ramadhan.
Saya jadi ingat mbak R untuk buka blognya, karena SMS tadi malam sempat tak balas. Rupanya sama dengan saya yang mengidolakan Dahlan Iskan.

Mau tahu isi blognya yang terbaru...inilah dia :

Menyalin kata-katanya Dahlan Iskan,,,

Jawaban ini lebih terasa sebagai jawaban seorang manajer. 
Bukan seperti jawaban seorang siswa yang lagi ujian. 
Bukan pula jawaban seorang birokrat yang lagi menyusun program. 
Pun tidak seperti jawaban seorang yang hobinya berceramah atau memberi nasehat.
Jawaban seorang manajer tidak boleh normatif atau abstrak.
Jenis jawaban itulah yang akan membedakan mana seorang manajer dan mana seorang birokrat atau juru ceramah.
Seorang penceramah tidak pernah dituntut mempertanggungjawabkan hasil dari ucapannya.
Sedangkan seorang manajer, bukan saja dituntut hasilnya, tapi juga harus bisa mengemukakan "bagaimana cara mewujudkannya" dan "kapan mewujudkannya".  
Karena itu, seorang yang berjiwa manajer tidak akan pernah mengucapkan kata "segera", "sebentar lagi", "dalam waktu cepat", "dengan sebaik-baiknya", "dengan hasil yang maksimal" atau kata-kata abstrak lainnya.

Sekarang jam 09.10 waktu kota Kupang, siap2 benah2 untuk persiapan awal puasa di NTT...panas.....!
1.setting niat
2.upgrade iman
3.download sabar
4.delete dosa
5.approve maaf
6.search pahala

Marhaban ya ramadhan Selamat Berpuasa