Jumat, 15 Oktober 2010

Dibalik setiap musibah, pasti ada hikmah...............

Sore ini,  seperti sore2 dihari lain masuk rumah menjelang magrib. selain hari Sabtu dan Minggu.. Ada yang lain menyita perhatianku melewati ruangan keluarga melihat anakku nonton TV, yaing  menyiarkan penyelamatan pekerja tambang di chile yang fantastic, ada juga ucapan selamat (proficiat kepada warga Chile)

Setelah mandi................sholat magrib,,,,,,,,,,,,,,nonton lagi tv1, metro tv..............
Semuanya memuji Tim Penyelamat yang sukses, Mental Pekerja yang harus 69 hari terjebak di perut bumi sedalam hampir 700 meter.
Sejarah pasti akan mencatat peristiwa penyelamatan spektakuler, luar biasa, lagi fantastis itu dengan tinta emas. Sebagai salah satu peristiwa akbar abad ini dalam sejarah kemanusiaan. Sejarah penyelamatan kehidupan sejumlah manusia yang terancam kematian dan terkubur di perut bumi pada kedalaman yang tak terbayangkan.
Masyarakat bangsa-bangsa bahu-membahu dalam kerja kemanusian itu. Pemerintah Amerika Serikat, dalam hal ini NASA — badan antariksa negara adidaya itu — mencipta kapsul khusus untuk membawa kembali para pekerja tambang ke permukaan bumi. Sementara pemerintah Jepang menyumbang perlataan komunikasi, sehingga menghadirkan semangat dan optimisme. Suatu perasaan yang sangat dibutuhkan bahwa upaya sangat serius tengah dilakukan untuk menyelamatkan nyawa mereka.
Rahasia sukses berikutnya tentunya adalah semangat kerja sama dan optimisme yang tak terhingga di antara ke-33 pekerja yang terjebak itu. Pinera menjadi presiden pada Januari lalu. Pendekatannya dalam menangani bencana alam, termasuk gempa bumi hebat dan kecelakaan tambang bawah tanah, membuat ia dipuji rakyatnya. Ia tidak melihat bencana dari kecil atau besarnya jumlah korban, tetapi dari sisi kemanusiaan.
Sikap peduli dan cara Presiden menangani bencana turut memberikan semangat dan daya juang kepada korban. Mudah2an apa yang dilakukan Presiden Pirera itu iklas, tulus bukan untuk kepentingan politik untuk memperkuat posisinya sebagai Presiden Chile.

Ya begitulah. Jadi ketika drama operasi penyelamatan tersebut diketahui pemimpin mereka, yaitu Presidennya, ternyata mendapat tanggapan serius. Mereka mendapat dukungna moril dan materiil dari pemimpin negerinya. Jadi itu dijadikan bencana nasional dan mendapat perhatian penuh. Mereka tidak malu mengakui bahwa itu bencana nasionalnya, dan sedang berupaya mengatasinya dibawah arahan dan pengetahuan langsung presidennya. Bayangkan, presidennya yang baru dilantik tidak merasa takut dianggap bahwa adanya bencana adalah isyarat alam bahwa dirinya tidak diterima oleh negeri itu. Yang dilakukan adalah commited untuk menyelesaikan masalah tersebut, berapapun harganya.

”Mereka akan tetap di hati rakyat. Banyak orang kehilangan harapan dan banyak juga yang gigih mengejar harapan mereka. Petambang ini menjadi sumber inspirasi. Kisah mereka ini menyatukan negara,” kata Presiden Sebastian, yang memutuskan untuk menyelamatkan para petambang dengan biaya berapa pun. (maklum Presiden adalah orang terkaya di Chile N0.3)


Proficiat kepada warga Chile yang presidennya (terlihat pada Gambar 1, deret kedua disebelah kanan kapsul Fenix)  peduli akan nilai-nilai kemanusiaan yang lebih besar dari apapun dan berusaha mengusahakannya. Meskipun untuk itu dianya perlu dengan rendah hati mengakui bahwa negaranya tidak mempunyai sarana menyelesaikannya dan tidak malu menerima kebaikan hati negeri tetangganya. Nggak gengsian, begitu maksudnya.

                               Gambar 2. Dari musibah menjadi suka-cita, itu hanya di Chile lho.
                                                    (Source : http://www.washingtonpost.com)


Kemudian apa hikmah yang kita bisa petik  dari peristiwa ini ?

Layaknya sebuah kisah heroik, drama tersebut juga menghadikan sosok pahlawan yang mampu mengatasi persoalan tersebut. Gelar tersebut layak disematkan kepada Presiden Cile Sebastian Pinera yang juga menunjukkan kegigihannya membrikan semangat dan melakukan segala daya-upaya dalam menyelamatkan para penambang tersebut.

Jiwa kepemimpinan Sebastian Pinera tersebut sangatlah terlihat ketika dia rela membatalkan kunjungannya ke Eropa hanya untuk menyaksikan upaya penyelamatan pekerja tambang tersebut.

Sebelumnya Presiden yang baru Januari lalu menduduki jabatannya di Cile tersebut telah beberapa kali datang “menjenguk” para penambang yang tersesat dan memberikan dorongan semangatnya kepada para penambang tersebut berbagai media. Presiden Cile tersebut juga tak segan untuk mengeluarkan biaya yang besar dengan mendatangkan berbagai ahli dalam berbagai bidang untuk membantu penyelamatan pekerja tambang tersebut.

Peduli akan nilai-nilai kemanusiaan yang lebih besar dari apapun dan berusaha mengusahakannya. Meskipun untuk itu dianya perlu dengan rendah hati mengakui bahwa negaranya tidak mempunyai sarana menyelesaikannya dan tidak malu menerima kebaikan hati negeri tetangganya. Nggak gengsian, begitu maksudnya.

Jiwa kepemimpinan yang bersahaja juga telah ditunjukkan oleh Presiden Cile tersebut saat beberapa orang kelompok pertama berhasil diselamatkan menuju ke permukaan, dengan perasaan senang dan tanpa malu, Presiden Cile langsung memeluk penambang tersebut dan memberikan ucapan selamat.

Luar biasa.................Dibalik setiap musibah, pasti ada hikmah...............

"RASA SYUKUR-KU"

Malam Jum’at  Legi, sudah masuk Sabtu pagi  karena jam menunjukan 02.30 WIB aku terbangun. ke kamar kecil,  lalu  berusaha untuk tidur kembali karena besuk pagi harus senam, badan supaya fit dan sehat.
Beberapa saat sebelum nyenyak hujan deras, seperti ditumpahkan dari langit keatap rumah, plafon di pojok atas kamar tidur bocor……….wah….talang air tidak menampung……alamat dapat kerjaan ngepel…lantai….

Sudah tiga kali tukang memperbaiki talang air distas kamar itu. Tapi sampai sekarang tetap saja bocor …..bosan buang2 biaya sia2…..mungkin perlu dibongkar total…atap dan talang ……..baru….wah…..biaya lagi  !

Membersihkan lantai…..dibantu ibunya anak2….hujan reda…..nggak bisa  tidur lagi ….nunggu   sholat shubuh ….buka laptop…….masuk ke blog………….

Saya jadi ingat gubuk bamboo yang penuh barokah, yang seolah-olah tidak pernah merepotkan aku. Walaupun ada aku berusaha selalu menikmati ! dan mensyukuri nikmat yang dilimpahkan Allah kepadaku.


Adhan Shubuh berkumandang …….wudhu…..sholat shubuh…. ….kemudian berdo’a sambil menyelami hakekat do’a……

Hakikat sebuah doa tidak lain adalah rasa syukur hamba terhadap karunia tuhannya.
Dengan selalu menyukuri karunia tuhan secara tidak langsung manusia menginginkan yang lebih dari itu tanpa harus mengatakannya. Melalui doa yang kita panjatkan kepada-Nya menyimpan (tercover) permintaan kita agar diberikan berkah dari apa yang telah kita miliki sebelumnya. Hal itu karena Allah SWT maha tahu akan kebutuhan dan keinginan hambanya. Hal ini tentu harus dibarengi dengan rasa syukur yang sebenarnya, bukan hanya sekadar ucapan lisan tanpa ada realisasi nyata dari ucapan itu. Karena hal itu (syukur semu) tidak akan bernilai apa-apa di mata Allah Subhanahu wata’ala. Namun yang dimaksud dengan rasa syukur di sini berarti mengunakan semua karunia tuhan untuk berbuat baik dan merasa cukup dengan karunia itu. Sehingga semua yang diberikan tuhan kepada manusia dijadikan sebagai ladang untuk berbuat baik dan selalu berbuat baik.

Salah satu adab dalam berdoa yaitu membaca tahmid yang tujuannya adalah untuk memuji Allah dan sebagai rasa syukur atas semua nikmat yang diberikan. Kemudian dilanjutkan oleh lantunan solawat yang dimaksudkan sebagai bentuk rasa cinta kita kepada baginda rasulullah, Muhammad SAW sebagai tauladan baik manusia dan rasa terima kasih atas segala jasanya terhadap umat Islam.
Dari aturan (adab) ini sesungguhnya kita memahami bahwa ketika seseorang itu menginginkan sesuatu, meminta tambahan dari apa yang telah ia dapatkan, terlebih dahulu harus berterima kasih kepada dzat yang telah memberikan nikmat itu. Jadi sebenarnya dalam segala segi kita dididik untuk selalu menyukuri nikmat tuhan bahkan dalam doa sekalipun. Itu artinya syukur marupakan sesuatu yang urgen dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Barangsiapa memperoleh kenikmatan wajib baginya untuk berterima kasih pada pemberinya. Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita ambil ibarat, andaikata ada seorang yang memberikan kita sesuatu dan kita terima sesuatu itu dengan wajah yang ceria lalu kita ucapkan ‘terima kasih’ kepadanya, apa yang akan terjadi? Sang pemberi akan merasa sangat bahagia karena merasa bahwa apa yang ia berikan bermanfaat dan diterima dengan baik. Dan lebih dari itu pemberi pun tentu akan tergerak dan termotivasi untuk memberikan sesuatu untuk yang kedua kalinya dan seterusnya.

Ada kisah ..........

Pada suatu hari, Allah SWT memerintahkan kepada Malaikat Jibril a.s untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya yaitu “Kerbau” dan menanyakan kepada si Kerbau apakah dia senang telah diciptakan oleh Allah SWT sebagai se-ekor kerbau.

Malaikat Jibril a.s segera pergi menemui si Kerbau.

Di siang hari yang panas itu si Kerbau sedang berendam disungai yang berlumpur. Malaikat Jibril a.s. mendatanginya, kemudian mulai bertanya kepada si Kerbau, : “Hai Kebau, apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai se-ekor kerbau”. Si Kerbau menjawab: “Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai kerbau, dari pada aku dijadikan-Nya
sebagai se-ekor kelelawar yang ia mandi dengan kencingnya sendiri”. Mendengar itu Malaikat Jibril a.s. segera pergi menemui se-ekor kelelawar.

Malaikat Jibril a.s. mendatanginya se-ekor kelelawar yang siang hari itu sedang tidur bergantungan (bergelantungan) di dalam goa. Kemudian Jibril a.s. mulai bertanya kepada si kelelawar: “Hai Kelelawar, apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai se-ekor kelelawar”. Jawab Kelelawar: “Masya
Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai se-ekor kelelawar dari pada aku dijadikan-Nya sebagai se-ekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggalnya didalam tanah yang becek, berjalannya saja menggunakan perutnya”, jawab si Kelelawar.

Mendengar jawaban itupun Malaikat Jibril a.s segera pergi menemui se-ekor cacing yang sedang merayap diatas tanah.

Malaikat Jibril a.s bertanya kepada si Cacing: “Wahai Cacing kecil, apakah kamu senang telah dijadikan Allah SWT sebagai se-ekor cacing”. Si Cacing menjawab: “Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai se-ekor cacing, dari pada aku dijadikan-Nya  sebagai se-orang manusia.
Apabila manusia tidak memiliki: “Imam, islam, ikhsan, bertakwa yang sempurna dan tidak beramal salih, tidak ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak mempergunakan akalnya dan hatinuraninya, maka ketika manusia mati, mereka akan disiksa selama-lamanya di-neraka, lebih hina dari pada aku (cacing), lebih hina daripada binatang, karena binatang kalau mati semua lebur menjadi air dan tanah, sedangkan manusia kalau mati, (ruhnya, jiwanya, nafsunya) harus mempertanggungjawabkan pendengaran, penglihatan, akalnya, hati
nuraninya dan segala perbuatannya didunia”.
(Dikutip dari 1001 Kisah Teladan). 

Sehingga tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak menyukuri nikmat Allah karena sesungguhnya di balik syukur itu tersirat panjatan doa pada sang Maha Kuasa agar nikmat itu terus kita rasakan. Bahkan kalau sampai kita tidak menyukuri nikmat yang kita peroleh kita tergolong orang yang kufur nikmat dan Allah menjanjikan siksa yang pedih. Na’udzubillahi min dzalik …

Jam 05.30........................siap2 untuk mandi.......ngantar anak sekolah ..........mencari sesuap nasi...........

Jumat, 08 Oktober 2010

"GUBUk BAMBU"

Di dalam gubuk bambu
Tempat tinggalku
Di sini kurenungi nasib diriku

Di dalam gubuk bambu
Suka dukaku
Di sini kudendangkan sejuta rasa

Kuhapuskan derita dan air mata
Kunyanyikan selalu lagu ceria

Kupasrah dan berdoa
Tak putus asa
Suatu saat nanti
Nasib berubah

Kucing pun menari
Mengajak ku bercanda
Hati riang membuatku bahagia

Siang dan malam
Aku membanting tulang
Demi untuk hidup di masa depan

Aku yakin dan ku percaya
Nanti si gubuk bambu jadi istana

Lagu ndank dut  “GUBUK BAMBU”  dinyanyikan  Meggi Z menghangatkan ruangan mobil yang berjalan memulai aktifitas hari Jum’at, pagi yang gelap karena sepanjang perjalanan dari Surabaya Timur Laut menuju Surabaya Selatan lagi diguyur hujan.

Saya jadi ingat, tahun2 yang lalu memulai hidup,  tinggal dirumah cicilan sangat sederhana di 21 km dari O Km (Tugu Pahlawan) Surabaya. Berhubung di tinggal di pinggiran Surabaya, bambu nggak ada,……….mungkin ngak ada bedanya. Di rumah yang terletak di ujung jalan karena buntu, sebelah rumah masih sawah.
Saya pilih Perumahan itu yang terletak di pinggir jalan Surabaya menuju Krian-Mojokerto-Kertosono-Nganjuk-Madiun dengan harapan keluarga desa bila ke Surabaya tidak repot, tinggal jalan kaki 50 m dari jalan raya.
Dirumah itu (Gubuk Bambu) anak2 lahir. Bahkan waktu putri pertamaku akan lahir, jaman belum ada HP, bahkan telpon rumahpun belum tersambung. Kudirikan athena radio amatir…..Break…!.......Kontak…Disini YD3 XWJ….Radio Gandul Trosobo….!......sering bergabung di frequensi dimana teman2 medis biasa kumpul kalau ada emergensi mudah minta bantuan.
Mendekati kelahiran saya harus sering tugas keluar kota. Saking hati2/ ketakutan terpaksa sebelum waktunya, ibunya harus kos 2 minggu di RS. Darmo.

Dirumah itu……
Tempat tinggalku
Di sini kurenungi nasib diriku
Suka dukaku
Di sini kudendangkan sejuta rasa
Kuhapuskan derita dan air mata
Kunyanyikan selalu lagu ceria
Kupasrah dan berdoa
Tak putus asa
Suatu saat nanti
Nasib berubah
Kucing pun menari
Mengajak ku bercanda
Hati riang membuatku bahagia
Siang dan malam
Aku membanting tulang
Demi untuk hidup di masa depan
Aku yakin dan ku percaya
Nanti si gubuk bambu jadi istana

Sekarang gubuk bambu  pun berubah, sawah pun tidak ada, dikelilingi perumahan klas menengah sampai mewah (citra harmony) burung2, kodok, ular entah lari kemana.
Gubug Bambu pun sudah berubah, si gubuk bambu jadi istana  (menurut selera saya). Setelah bergonta - ganti penghuni kontrakan, sekarang kubiarkan kosong,  se kali2 kutengok . Ada rasa sayang !

Mbakyu dan  Mas nya sudah bekerja, tinggal si bungsu, masih di SMA X Surabaya.

Nanti saya pingin tinggal di gubug bambu itu, bercengkrama dengan tetangga2 yang 99 % sudah pensiun.  Atau tinggal didesa dibawah rimbun pohon bambu, dipinggir sungai yang selalu mengalir jernih karena kelebihan/ buangan air dari telaga sarangan.

Biarlah air mengalir…….atau biarlah angin berhembus…….Insya Allah !....pasrah !......

Rabu, 06 Oktober 2010

MENGAPA KITA TIDAK BERUSAHA RENDAH HATI TANPA AROGANSI ?

Ada   peribahasa  Jawa  yang  mengatakan :  Ngluruk  tanpa  bala,  menang  tanpa ngasorake,  lan  sugih  tanpa  bondo.   Yang  artinya  menyerang  tanpa  pasukan, menang tanpa harus menindas dan kaya tanpa harta. Filosofi yang terkandung di dalamnya menunjukkan kerendahan hati yang  sangat  dalam. Dalam mengkritik atau memenangkan  suatu persaingan kita  tidak  perlu  menunjukkan kehebatan maupun memamerkan apa yang kita miliki, bahkan ketika kita menang sekalipun tidak ada rasa pamer atau kesombongan yang terlihat.

Orang yang Rendah hati  akan  membahagiakan  hati  sesama.  Kalau dia seorang bapak,  keluarganya  akan  menghormatinya  dengan  tulus.   Kalau  seorang  ibu, anak - anaknya  tentu  akan  senantiasa  merindukan.  Kalau  seorang  pemimpin, manajer, asmen tentu  akan  menginspirasi  hati sekalian bawahannya.
Mari kita belajar rendah hati, dengan  cara  mengagumi  dan  mengapresiasi  kelebihan  rekan - rekan kita yang tidak kita miliki.

Rendah hati mungkin adalah sebuah kata yang hampir hilang dari perbendaharaan bahasa kita. Hampir setiap hari kita mendengar atau menyaksikan betapa kita, menunjukkan arogansi kekuasaan atau kekayaan, kehebatan yang kita miliki. Saya memilik seorang sahabat yang sangat rendah hati, dia selalu menyapa setiap orang tanpa melihat status sosial, dia mau mengulurkan tangan untuk siapa saja di sekelilingnya tanpa rasa malu atau gengsi, dia melakukan dengan sikap rendah hati.
 
Kerendahan hati merupakan salah satu indikator dari tingginya kecerdasan spiritual seseorang. Seorang yang tidak bisa menunjukkan sikap atau karakter rendah hati, berarti belum mencapai kedamaian dengan dirinya. Dari hasil riset yang dilakukan oleh Gay Hendrick, PhD dan Kate Ludeman, PhD terhadap 800-an manajer perusahaan yang mereka tangani selama 25 tahun, salah satu kesimpulannya adalah bahwa para pemimpin yang berhasil membawa perusahaan atau organisasinya ke puncak kesuksesan biasanya adalah orang yang memiliki integritas, mampu menerima kritik, rendah hati, dan mengenal dirinya dengan baik. Para pemimpin yang sukses ini ternyata memiliki kecerdasan spiritual yang jauh lebih tinggi dari manusia rata-rata. Mereka justru adalah manusia yang rendah hati.

Sayangnya, tidak semua orang mengerti bahwa rendah hati dan low-profile itu identik dengan kemajuan dan progresifitas. Karena itu, tidak jarang kita salah memahami logika realitas kehidupan. Bagi yang berpendidikan rendah itu dapat dipahami, tapi agak aneh kalau sudah berpendidikan tinggi masih tidak bisa bersikat rendah hati.

Pribadi yang rendah hati biasanya justru memandang bahwa orang lain sebagai ciptaan Tuhan memiliki keunikan dan keistimewaan, sehingga dia senantiasa membuat orang lain merasa penting. Karena sesungguhnya setiap pribadi adalah istimewa. Setiap orang adalah spesial, unik, dan berhak untuk dihargai. Manusia adalah pribadi yang harus diperlakukan khusus. Manusia adalah makhluk yang sangat sensitif. Jika kita meragukan hal ini, lihat diri kita sendiri dan perhatikan betapa mudahnya kita merasa disakiti atau tersinggung.

Salah satu ciri kerendahan hati adalah mau mendengar pendapat, saran dan menerima kritik dari orang lain. Sering dikatakan bahwa Tuhan memberi kita dua buah telinga dan satu mulut, yang dimaksudkan agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. Kadang-kadang hanya dengan mendengarkan saja kita dapat menguatkan orang lain yang sedang dilanda kesedihan atau kesulitan. Dengan hanya mendengar, kita dapat memecahkan sebagian besar masalah yang kita hadapi. Mendengar juga berarti mau membuka diri dan menerima, suatu sifat yang menggambarkan kerelaan untuk menerima kelebihan dan kekurangan orang lain maupun diri kita sendiri.

Kemudian………. Apa itu Arogansi ?

Arogansi artinya kesombongan, keangkuhan atau kecongkakan. Dari mana arogansi ini timbul atau produk siapakah arogansi ini?

Disadari ataupun tidak dalam kenyataan masyarakat dewasa ini, mulai dari lingkup yang kecil sampai dengan lingkup yang besar pada konteks berbangsa dan bernegara, segala yang diharapkan bersama sebagai perwujudan masyarakat yang tergambar di awal tadi sangatlah sulit untuk bisa terwujud, semua tak lain diakui maupun tidak kita ini masih sangat jauh untuk mempunyai sifat-sifat kemanusiaan yang sangat mulia tersebut. Dalam berkiprah secara sadar ataupun tidak kita masih lebih sering untuk ingin menonjolkan diri pribadi sebagai prioritas utama daripada yang lainnya, sehingga seringkali dalam langkah kita masih saja dijumpai penuh dengan sifat-sifat egoisme yang tinggi serta Arogansi diri yang besar.

Memanglah mungkin dalam kehidupan ini kita dalam posisi yang tinggi, katakanlah sebagai pimpinan perusahaan atau di posisi yang lain, dimana sah-sah saja kita pergunakan egoisme dan arogansi tersebut dalam melangkah, tanpa memperhatikan factor-faktor lain, yang itu berdampak apabila terjadi ketidaksesuaian dengan dirinya maka semua itu mau atapun tidak pasti akan membawa dampak yang jelek bagi diri orang tersebut.

Sungguh sangatlah kondisi yang dilematis, dimana kita semua menginginkan semua itu dengan penuh kedamain tapi disisi lain dalam diri masih berpedoman pada sifat-sifat yang buruk sehingga bisa menyebabkan masalah demi masalah akan timbul yang nantinya pasti akan mengganggu keseimbangan hidup yang telah terbina dengan baik. Ini bisa menjadi gambaran nyata sekaligus juga bisa menjadikan renungan kita semua untuk bisa sama-sama menjauhi sifat buruk tersebut sehingga dalam melangkah, kalau dikutib dari sebuah kita, maka hendaknya kita bisa melangkah dengan penuh kerendahan hati, kesabaran serta berbesar hati dalam setiap kondisi dan yang paling penting adalah bisa menjaga setiap perkataan yang keluar dari lesan ini serta tidak mudah tersinggung dengan orang lain, sehingga tidak berdampak yang bisa menyakiti hati orang lain, walaupun mungkin semua itu sudah menjadi kebiasaan kita.

"Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad? (6) (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi (7) Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain (8) Dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah (9) Dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak) (10) Yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri (11) Lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu (12) Karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab (13)." (QS. Al-Fajr: 6-13).

Seorang CEO dari perusahaan Fortune 100 mengatakan, “Success can lead to arrogance. When we are arrogant, we quit listening. When we quit listening, we stop changing. In today’s rapidly moving word if we quit changing, we will ultimately fail” (Sukses bisa membuat kita jadi arogan. Saat kita arogan, kita berhenti mendengarkan. Ketika kita berhenti mendengarkan, kita berhenti berubah. Dan di dunia yang terus berubah dengan begitu cepatnya seperti sekarang, kalau kita berhenti berubah, maka kita akan gagal).
Penyakit mental ini bisa menjangkiti apa dan siapa saja, mulai dari organisasi, produk, pemimpin, sampai orang biasa. Khusus pada tulisan ini, kita akan membicarakan soal manusianya.

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud (11) Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah" (12) Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina" (13)." (QS. Al-A'raf: 11-13).

Orang sukses lalu bersombong ria sebenarnya patut disayangkan. Bayangkan saja, saat berjuang keras menggapai kesuksesan, mereka begitu terbuka untuk belajar. Mereka mau mendengarkan. Mereka mau berjerih payah, berani hidup susah, dan mengorbankan diri. Bahkan, mereka tampak sangat ‘merakyat’ hidupnya. Akan tetapi, itu dulu. Sayang sekali, saat kesuksesan datang, mereka lupa diri. Mungkin dia akan berkata, “Saya sudah berhasil mencapai yang terbaik. Sekarang, Andalah yang harus mendengarkan saya. Saya tidak perlu lagi mendengarkan Anda.”

Hal itu diperparah lagi ketika mereka dikelilingi oleh para ‘yes man’ yang tidak berani angkat bicara soal kekurangan orang ini. Hal ini membuat orang itu semakin ‘megalomania’, pongah, angkuh, dan egois. Ia terbelenggu oleh kesuksesannya sendiri. Ia tidak pernah belajar lagi.

Arogansi bisa menghampiri siapa saja. Pada saat saya mengikuti  diklat , saya pernah mendengar kisah tentang seorang trainer yang begitu arogan. Dia sempat membuat banyak orang berdecak kagum. Buku-buku best seller pun lahir di tangannya. Akan tetapi, arogansi membuatnya ‘dibuang’ dari komunitas di negaranya. Celakanya, sang trainer menyalahkan para rekannya. Dia pun dikelilingi oleh mereka yang selalu berkata ‘ya’ padanya.
Dari situ, kita belajar banyak untuk hati-hati. Kesuksesan jangan membuat kita arogan dan cenderung self centered serta tidak mau mendengarkan orang lain.

Apabila orang berhenti belajar dan merasa diri sudah selesai. Tanpa dia sadari, lingkungannya terus belajar, berinovasi dan berkembang. Sementara dia mandek di posisinya. Akibatnya, kue kesuksesan yang dia peroleh lama-kelamaan menjadi basi. Tanpa sadar, kompetitor mereka bergerak jauh meninggalkan dirinya di belakang. Mereka terjebak dalam retorika, kalimat, jurus yang itu-itu saja alias usang. Arogansi telah menutup hati dan pikirannya untuk kreatif menemukan jurus dan tip-tip baru mempertahankan sekaligus mengembangkan kesuksesannya. Di sinilah, arogansi berujung pada malapetaka dan kehancuran.

Jadi, bagaimanakah agar kesuksesan kita tidak berubah menjadi arogansi?

Pertama- Aware (sadar) dengan sikap dan tingkah laku kita.
Meskipun sudah sukses, kita perlu memberi waktu untuk menyadari sikap dan perilaku kita di mata orang lain. Selalulah sadar apakah nada dan ucapan serta tindak tanduk kita sekarang semakin membuat banyak orang lain terluka? Apakah kita masih tetap menghargai orang lain? Apalagi orang-orang yang telah turut membawa Anda ke level sukses sekarang, apakah Anda hargai? Jangan sampai, tatkala masih bersusah payah, kita begitu respek, tetapi setelah sukses justru mencampakkan mereka.
Seseorang dikatakan berhasil bukan sekedar ia sukses akan tetapi ketika orang lain mengatakan ia berhasil dan turut merasakan keberhasilan yang pernah diraihnya. Jadi keberhasilan dikatakan sempurna jika lingkungan sekitar mengatakan ia berhasil dengan cara yang benar dan mereka merasakan berkahnya. Namun sering kali kita lupa untuk intropeksi diri, yang membuat diri ini tumbuh dalam kekurangan rasa emosional dan spiritual.

Kedua- Waspadai umpan balik yang hanya menghibur kita tetapi tidak membuat kita belajar lagi.
Hati-hati dengan orang di sekeliling kita yang hanya mengatakan hal bagus, tetapi tidak berani memberikan masukan yang baik. Kadang, masukan negatif juga kita perlukan demi perkembangan, sesukses apa pun kita. Pada dasarnya, setiap orang senang dipuji. Bahkan mereka rela mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk dipuji. Namun pujian yang berlebihan justru dapat membuat seseorang semakin jatuh dalam kesombangannya dan ketidakmampuan dirinya melihat kenyataan dalam hidupnya

Ketiga- Awasi dan peka dengan perubahan yang terjadi. Dalam buku Who Moved My Cheese disimpulkan bahwa kita harus selalu mencium keju kita, apakah sudah basi ataukah mulai diambil orang lain. Kita pun harus terus mencium dan peka bagaimana orang lain mengembangkan dirinya serta bisa jadi ancaman bagi kita. Jangan pula merasa diri paling hebat dan lupa belajar

Keempat- Sopan dan rendah hati untuk belajar dari orang lain.

Jadi menjalani hidup ini seharusnya :

Menghormati sesama, dan suka melayani. Tidakkah hati Anda menyukai dan terkesan dengan keikhlasannya? Memang tidak mudah untuk selalu rendah hati dan memilih hidup melayani. Apalagi kalau terjebak pada dorongan biologis dan egoisme semata. Maunya justru dilayani.

Rendah hati pada hakekatnya bermakna kesadaran akan keterbatasan kemampuan diri, jauh dari kesempurnaan dan terhindar dari setiap bentuk keangkuhan. Rendah hati akan mendorong terbentuknya sikap realistis, mau membuka diri untuk terus belajar, menghargai pendapat orang lain, menumbuh kembangan sikap tenggang rasa, seta mewujudkan kesederhanaan, penuh rasa syukur dan ikhlas di dalam mengemban hidup ini.
Rendah hati bukan berarti merendahkan diri dan menutup diri melainkan secara aktif mendengarkan, berbagi, dan berempati sehingga terjalin hubungan harmonis dua arah. Dia dapat menyesuaikan kondisi emosi dan egonya untuk menempati kondisi emosi dan ego teman bicaranya sehingga teman merasa didengarkan dan dihargai.

Sikap rendah hati bukan akan membuat kita jatuh martabat, sebaliknya, malah akan membuat kita 'naik'. Naik kredibilitas, naik martabat, dan yang lebih penting lagi, naik kemampuan dan meningkat kemajuan kita. Dengan bersikap rendah hati kita melakukan penabungan dalam bank emosi kita.

"Sikap rendah hati bukan akan membuat kita jatuh martabat, sebaliknya, malah akan membuat kita 'Terangkat' "


Selasa, 05 Oktober 2010

P E M I M P I N

Manajer dan Asmen di suatu perusahaan/ kantor unit, adalah seseorang yang memimpin dan mempunyai bawahan, tetapi  apa sih bedanya antara manajer dan pemimpin ? EB Tani dalam bukunya berjudul Get Real menjelaskan bahwa manajer yang baik belum tentu pemimpin yang baik, pemimpin yang baik belum tentu manajer yang baik. Jadi apa bedanya ?

Seorang manajer yang baik adalah mereka yang memegang pimpinan dalam sebuah unit dan unit tersebut berhasil mencapai target/tujuan dengan baik. Sementara pimpinan yang baik bisa dilihat dari loyalitas bawahannya terhadap kepemimpinannya. Jadi, lebih baik yang mana ? Menjadi menajer atau menjadi pemimpin ? Jawabnya harus menjadi keduanya, menjadi manajer sekaligus pemimpin

Sekelompok akademisi meneliti sejarah selama lima tahun untuk menemukan, manakah di antara 1.437 perusahaan publik unggulan di Amerika Serikat yang berhasil meningkatkan berbagai ukuran kinerja jauh di atas rata-rata kinerja pasar, lalu mempertahankan kinerja yang cemerlang itu selama lima belas tahun berturut-turut.
Ternyata, menurut hasil penelitian sebagaimana diurai dalam buku Good to Great karya Jim Collins, profesor yang memimpin para akademisi itu, hanya sebelas di antara semua perusahaan itu yang berhak mendapat predikat great versi kelompok akademisi Collins! Yang lebih mengejutkan, nama-nama perusahaan yang umumnya dianggap spektakuler versi buku In Search of Excellence, karya Tom Peters & Bob Waterman pertengahan 80-an, tidak masuk dalam daftar. Memang faktanya, kinerja perusahaan-perusahaan versi In Search itu banyak yang jatuh bangun selama dekade 90-an sampai sekarang.

Ada kejutan tambahan. Para peneliti menemukan bahwa kesebelas perusahaan great dipimpin oleh CEO yang rendah hati. Para CEO yang bergaya low profile seperti benang merah yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan raksasa itu. Mereka sama-sama tidak ingin menonjolkan diri, dan selalu mengatakan kinerja hebat mereka tercapai berkat talenta orang lain di bawa mereka.

Sebaliknya para bawahan mereka ketika diwawancarai menegaskan bahwa karakter dan kompetensi pemimpin mereka itulah yang sebenarnya menjadi kunci keberhasilan perusahaan.

Sekelompok akademisi lain dari Johnson School of Management, sekolah pendidikan S-2 milik Cornell University melakukan survei menjelang tahun 2000. Mereka membentuk dua kelompok responden, yakni para eksekutif dari perusahaan yang masuk daftar Top 1000 versi majalah kondang Fortune serta para mahasiswa yang sedang mengejar gelar S-2. Kedua kelompok responden ditanya, kompetensi apa yang harus dimiliki pemimpin di abad 21?
Jawaban para mahasiswa termasuk umum, mirip jawaban Anda dan saya mungkin, yakni bahwa pemimpin masa depan itu harus menguasai pasar, punya visi, mampu membaca, mengantisipasi perubahan dan menguasai teknologi informasi. Yang tidak terduga adalah jawaban para praktisi. Mereka berpendapat bahwa pemimpin masa depan harus memiliki kemampuan membangun tim yang solid serta memiliki cinta kasih (compassion)!

Dalam buku Get Real: Empower the Manager-Leader Within terbitan McGraw-Hill yang telah pula diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka Utama diterangkan bahwa syarat utama untuk menjadi team player yang baik adalah sikap rendah hati. Orang yang tinggi hati otomatis punya ego yang besar. Ego mengurangi kemampuan seseorang untuk bekerja sama secara harmonis, produktif dan bersinambung dengan orang lain. Ibarat tembok kaca cermin, ego membuat seseorang terus menerus memperhatikan hanya refleksi (baca: kepentingan) dirinya sendiri. Semakin tinggi tembok kaca cermin itu, semakin sulit pula untuk melihat kebutuhan orang lain.

Apa yang dilakukan oleh pemimpin yang rendah hati? Dia memberi pengakuan terhadap apa yang diyakini, apa yang dipikirkan dan apa yang dirasakan orang lain. Dalam berinteraksi, dia tidak bersikap, “I am right!” seperti orang yang tidak pernah atau tidak mungkin salah. Daripada mengakhiri kalimatnya dengan tanda seru, sikapnya dalam berkomunikasi seolah bertanya, “Am I right?” Sikap itu membuat dia ingin menjadi pendengar yang baik, peka terhadap yang terucap maupun yang tersirat ketika berkomunikasi dengan orang lain. Suasana seperti itu menunjang upaya mencapai keputusan bersama.
Balasan terhadap pengakuan yang diberikan? Pemimpin yang rendah hati itu lebih sering menuai hasil yang lebih baik dan konsisten dari orang lain. Bawahan yang melakukan sesuatu dengan rasa ikhlas akan mencurahkan perhatian dan upaya penuh pada setiap pekerjaan yang dilaksanakannya. Keikhlasan itu memupuk dedikasi dan kreativitas, yakni komitmen terhadap sasaran yang ditetapkan bersama dan kepatuhan terhadap standar dan peraturan yang berlaku. (Andrew Tani, Pemimpin, rendah hati)

Disamping itu........

Pemimpin yang mampu memberikan teladan tidak hanya memikirkan keselamatan posisinya sendiri, di atas semua itu ia akan selalu memberikan teladan yang baik untuk mengembangkan timnya agar lebih produktif lagi. Bahkan pemimpin ini akan memiliki tanggung jawab yang besar jika timnya gagal mencapai target kerja yang sudah disepakati. Pemimpin ini juga tidak sungkan-sungkan mengundurkan diri dari jabatannya, jika memang ia gagal memimpin timnya dengan baik.

Dalam islam, keteladanan bisa diperoleh dari apa-apa yang dilakukan Rasulullah saw dalam menjalankan hidupnya. Bagi para pemimpin yang beragama islam wajib hukumnya dalam mengambil teladan dan mengidolakan beliau.Sesuai dengan firman Allah SWT berikut:

Dan sekarang adalah saatnya bagi kita masing-masing pemimpin untuk bisa memberikan teladan dari kita agar kepemimpinan kita dapat menjadikan rasa kebermanfaatan tertuang dalam hati sanubari tiap-tiap orang yang kita pimpin. Sesungguhnya tiap diri kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin wajib bertanggungjawab tentang apa yang telah kita lakukan di dunia pada hari akhir nanti.

Jika anda ingin menjadi seorang pemimpin yang efektif, maka ada 4 hal yang harus anda ketahui, yaitu :
# Leader
Anda harus memahami siapa diri anda, apa yang anda tahu, dan apa yang dapat anda lakukan. Juga, perhatikan bahwa ia adalah pengikut, bukan pemimpin atau orang lain yang menentukan jika pemimpin itu berhasil. Jika mereka tidak percaya dengan pemimpin mereka, maka mereka tidak akan terinspirasi. Untuk menjadi pemimpin yang efektif, anda harus mampu meyakinkan pengikut anda.
# Followers
Setiap orang memerlukan gaya kepemimpinan yang berbeda. Misalnya, karyawan baru memerlukan pengawasan lebih ketat dibangdingkan karyawan yang sudah berpengalaman. Begitu juga dengan orang yang memiliki motivasi tinggi berbeda dengan orang yang kurang termotivasi. Anda harus tahu kebutuhan, emosi, dan motivasi pengikut anda,
# Communication
Anda berkomunikasi dalam 2 arah, dan lebih banyak menggunakan nonverbal. Keterampilan berkomunikasi anda memiliki potensi untuk meningkatkan kehangatan atau bahkan menyakiti pengikut anda. Penguasaan komunikasi itu penting!
# Interaction
Semua situasi berbeda. Apa yang Anda lakukan dalam satu situasi tidak akan selalu bekerja di negara lain. Anda harus menggunakan penilaian Anda untuk menentukan tindakan yang terbaik dan gaya kepemimpinan yang diperlukan untuk setiap situasi. Sebagai contoh, Anda mungkin harus menghadapi seorang karyawan untuk perilaku yang tidak tepat, tetapi jika konfrontasi terlalu terlambat atau terlalu dini, terlalu keras atau terlalu lemah, kemudian hasilnya dapat terbukti tidak efektif.
Jika anda menguasai ke-4 pondasi diatas, maka bisa dipastikan anda akan menjadi seorang pemimpin yang efektif,. Namun keinginan untuk selalu belajar dan bertindak yang akan menentukannya.

Senin, 04 Oktober 2010

SYAIR ABUNAWAS

Hari senin usai Sholat Shubuh kebiasaan hari2 lain selain Sabtu dan Minggu kegiatan rutin membersihkan kendaraan, persiapan berangkat menjalankan aktifitas.

Berangkat jam 05.30 dari rumah Timur laut menuju Surabaya Selatan, karena lalu lintas padat harus menunggu lampu merah TL membutuhkan kesabaran dan extra hati2. Drop anak klas I di Jemursari , kemudian Drop juragan perempuan saya  didepan IAIN yang akan melanjut via angkutan umum ke jurusan Surabaya –Mojokerto saya putar balik masuk kantor.

Diantara perjalanan menuju kantor saya mendengarkan radio mobil, ada lagu yang menyetuh hati, judulnya syair abu nawas.

Sampai dikantor 06.45 WIB. Mungkin saya datang terlalu pagi walaupun masih kalah pagi sama teman2 clining service dan dapur. Langsung buka computer, langsung ketik sambil berdendang, mau baca syairnya ? inilah dia :

Ya Allah …tidak layak dan pantas hambaMu ini menjadi penghuni surga-Mu
Namun tetapi hamba tiada kuat menerima siksa dan panasnya api neraka-Mu
Maka kami mohon tobat dan mohon ampun atas dosa-dosa ku
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun atas dosa-dosa besar
Dosa-dosaku seperti butiran sejumlah pasir di pantai
maka terimalah pengakuan  taubat hamba, wahai Yang Memiliki Keagungan
Dan umur hamba berkurang setiap hari,
sementara dosa-dosa hamba selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya
Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu
Seandainya Engkau mengampuni
Memang Engkaulah Pemilik Ampunan
Dan seandainya Engkau menolak taubatku
Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-MU

lahi lastu lilfirdausi ahla, walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi
Fahabli taubatan waghfir dzunubi, fainaka ghafirudz- dzanbil ‘adzimi
Dzunubi mitslu a’daadir- rimali, fahabli taubatan ya Dzal Jalaali
Wa ‘umri naqishu fi kulli yaumi, wa dzanbi zaaidun kaifa –htimali
Ilahi ‘abdukal ‘aashi ataak, muqirran bi dzunubi wa qad di’aaka
fain taghfir fa anta lidzaka ahlun, wain tadrud faman narju siwaaka
…………..
Tampaknya syair di atas akan tetap kekal sampai akhir jaman bagi manusia, sebagai pengingat dan renungan tentang dosa-dosa manusia. Siapa pun itu dan dimanapun, syair itu sangat tepat dan cocok sebagai cambuk peringatan. Apalagi di tengah suhu hawa panas yang menimpa bumi, bahkan cuaca tak menentu. Katanya BMG saat ini matahari tepat diatas kota Surabaya. Tapi di lain tempat ada banjir dan longsor, seperti di jakarta dan Bandung.
Selain itu, menurut saya suhu kebangsaan juga sedang panas. Sakit dan meradang. Apalagi hari ini, di televisi banyak suguhan adegan ”kekerasan”. Baik di luar ruangan gedung wakil rakyat, maupun di dalam ruangan. Saya sebagai penonton sampai malu, ga tega mau melihat lebih lanjut. Lalu apakah para pemeran adegan itu merasakan malu?
*Syair tersebut adalah gubahan Abu Ali al-Hasan ibnu Hani al-Hakami. Seorang sufi besar dan juga seorang penyair Islam termasyhur di era kejayaan Islam pada zaman kekuasaan Sultan Harun al Rasyid al Abassi, yang menjadi khalifah Dinasti Abasiyah tahun 786-809. Pada zamannya beliau terkenal dengan sebutan Abu Nawas.
Selamat beraktifitas !

Sabtu, 02 Oktober 2010

JARI TANGAN

Sabtu mulai pagi sampai menjelang magrib Surabaya – Jombang ada acara keluarga, dilanjut setelah Isya’ berangkat ke Gita Tamtama Genteng Kali menghariri pernikahan. Mestinya langsung tidur, Sulit jadi teringat Jum”at kemarin :: Pagi  meeting alias kumpul2 dipimpin GM, hadir juga Manajer bidang dari kantor pusat disamping  saling memperkenalkan diri, mendengaqrkan unek2/  usulan dari karyawan unit untuk kelancaran pekerjaan dan kemajuan perusahaan.

Ada yang menarik dari pertemuan ini  yaitu :

Salah satu karyawan mengeluh bahwa dia bekerja dan bertanggung jawab dan harus menghadapi tantangan di garis terdepan, jauh dari keluarga. Sebagai ujunhg tombak yang menentukan kemajuan perusahaan, merasa paling penting.  Minta dihargai dan kurang menghargai teman2nya yang ada dikantor yang lebih nyaman, tenang tanpa tantangan, lebih enak dibandingkan dia.

Kemudian ditanggapi manajemen Kantor Pusat langsung GM., beliau menjelaskan tidak ada yang paling utama/ penting untuk perusahaan/ organisasi semua mempunyai tugas sendiri2 saling mendukung dan mempunyai fungsi  sendiri2

Beliau mengibarat telapak dan jari2 kita  walaupun sekarang ini jaman sudah jadi jaman komputer dan canggih yang segalanya sudah pada menggunakan Robot; tapi sampai hari ini belum ada alat canggih manapun yang dapat menggantikan fungsinya jari dan telapak tangan yang masing2 punya peran sendiri sendiri.

Kesimpulannya : Semua karyawan baik dilapangan, dikantor, tukang sapu, bagian dapur menyediakan minum dll, semua punya peran dan harus bekerja sama, saling menghargai, berkomunikasi yang baik jangan yang diatas mentang2, over ,,,,karena egonya demi  untuk memajukan perusahaan.

Saya jadi ingat artkel yang pernah saya baca ;
Mari kita coba menginventori dan lihat apa2 saja  fungsinya jari dan telapak tangan ini.

Jari tangan dapat digunakan untuk buang ingus, nyolek, ndulit, nyodok, cap jempol, meraba-raba, menyingkap, gerayang-gerayang, ngitik-itik membuat geli-gelian, juga bisa untuk melihat apakah ayam betina sudah akan bertelor atau belum dengan meyodok pantatnya dengan jari biasanya dipakai jari kelingking..

Jari juga dapat untuk ngupil, nunjuk, ngoreki kuping, untuk ngetik, untuk mengoperasikan mouse kalau lagi ngenet. Jari juga bisa buat main piano nggitar, main siter. Juga dipakai untuk nyisir, njambak, kramas, cebok, buat megangin burung kalau pipis. Kalau habis mandi kita pakai sarungan handuk kemudian handuknya lepas otomasi jari dan telapak  tangan segera digunakan untuk menutupinya. Kalau lagi malu jari dan telapak tangan digunakan untuk tutup muka.

Untuk Ibu-ibu didapur jari dan telapak tangan digunakan untuk ngguleg (numbuk) cabe buat sambel, meras santen, nggoreng, ndulit sayur untuk merasakan asin atau manis sayurnya dan lain-lain.

Jari juga bisa digunakan untuk njewer, metik kembang, nyuwil, ngurut, mijet, mengelus-elus, ngemek-emek, njawil, nyenggol, mlethet, garuk-garuk, cari kutu, nggeblog, meraup, njiwit, nablek pantat.

Ada lagi jari tangan juga bisa digunakan untuk ngodol-odol, ngaduk-aduk, ngeplak, nempeleng, mithes, miyak, ngicup, njembeng, narik, ngulur, mendekap, nyengkiwing, ndudul, nyuleg, nyelipin jari diam2 atau gremet-gremet, mlethet, mencet odol, nyelipin rokok, pensil. Ndulang makan.

Jari tangan juga bisa digunakan untuk melorotin celana, nyopot kutang, pakai kutang, nyenthil, narik kolor, merogoh, nyopet, ngidhit atau mirit ndudut kartu (yang suka main kartu), nutup dan buka lubang suling kalau sedang main suling.

Bagi orang bisu, jari digunakan untuk kode bicara. Kadang-kadang jari dipakai juga kode untuk mengatakan orang sinting dengan menaruh jari telunjuk ke jidat dengan posisi miring.

Dulu ketika kita masih belajar berhitung jari digunakan untuk menghitung, ngacung. Biasanya juga jari digunakan untuk zikir, ngusap mata kalau bangun tidur, sikat gigi kalau pas nggak punya sikat gigi.

Juga ketika kita masih kecil jari digunakan untuk tos-tosan. Biasanya jari telunjuk dinamakan orang, jempol namanya Gajah, kelingking dinamai semut. Orang kalah sama Gajah, Gajah kalah sama semut, semut matinya sama orang. Kalau yang tos-tosan lebih dari dua orang kita menggunakan telapak tangan “hom-pim-pah  – lailahum gambreng”

Mari kita perinci :
Jari-jemari tangan kita kiri dan kanan masing-masing terdiri dari 5 sehingga semuanya ada 10 dan masing-masing memiliki 4 ruas (kecuali ibu jari = 3 ruas)sehingga jumlah keseluruhannya 38 ruas.
Tahukah anda, jumlah jari jemari anda mengandung keajaiban angka 19 ?
(catatan: dengan mengabaikan ruas-ruas tulang pergelangan). Silakan anda hitung sendiri maka akan anda dapati:
jari kelingking ==> ada empat ruas
jari manis ==> ada empat ruas
jari tengah ==> ada empat ruas
jari telunjuk ==> ada empat ruas
jari jempol (ibu jari) ==> ada tiga ruas
----------------------- +
( 4 + 4 + 4 + 4 + 3 ) Jumlah = 19 ruas
Keduanya berfungsi seimbang dan dapat bekerjasama dengan baik untuk kepentingan sang pemilik. Keseluruhan ruas jari ini ini dapat ditekuk-tekuk sedemikian rupa sehingga bersama dengan telapak tangan dapat melakukan banyak aktiviti. Bila satu ruas saja bermasalah, pemiliknya pasti akan merasa susah. Jika satu saja jari anda terkilir, dapat dipastikan anda akan menjadi kerepot. Jari jemari yang posisinya seimbang itu dilengkapi dengan kuku-kuku bermanfaat. Ia digunakan untuk mencubit, mengambil barang yang kecil.Jari dan kuku juga berfungsi untuk keindahan.

Kebaikan dan Keburukan
Setiap jari - ibu jari, telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking punya aktiviti masing-masing sesuai profesion pemiliknya. Ada yang sering dipakai untuk menjahit, memegang wang, memegang cangkul, mesin, mengetik,dan lain-lain.Ia sesuai dengan jenis kerja pemiliknya. Jari jemari sangat penting bagi para olahragawan yang keahliannya menggunakan tangan dan para seniman yang berkarya dengan jemarinya.. Aktiviti jari jemari memang untuk membantu manusia melaksanakan pekerjaan dan merealisasikan keinginannya.

Gerakan-gerakan jari-jemari pun memiliki makna sendiri-sendiri. Acungan ibu jari misalnya bererti ungkapan, "bagus" atau "hebat". Anda tidak mendapat sesuatu yang anda inginkan biasanya diistilahkan dengan "gigit jari". Jari-jemari pun jadi alat isyarat. Ketika kita menyatakan persahabatan kita pun berjabat tangan yang mendekatkan telapak tangan dan jari jemari kita ke tangan sahabat kita. Jari telunjuk yang ditaruh tegak di depan mulut berarti "Hati-hati" atau "Diam". Jari yang diletakkan melintang di kening menandakan bahwa pelakunya hendak memberi tahu bahwa seseorang itu tidak waras. Telunjuk yang diarahkan kepada seseorang bererti menuding. Bila kesemua jari dan telapak tangan diangkat ke atas bererti lambaian. Banyak isyarat lain dilakukan dengan jari.

Al -Quran juga menggambarkan fungsi jari sebagai alat isyarat. Orang munafik yang menolak kebenaran dalam Al- Quran dilukiskan sebagai orang-orang yang menyumbat telinga dengan jarinya.

"Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gelita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, kerana (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir." (QS. 2. Al Baqarah:19)

Menyumbat telinga dengan jari dalam ayat di atas adalah kiasan menutup hati dari bimbingan hidayah Allah. Inilah kiasan terhadap orang-orang munafik yang hatinya berpenyakit dan enggan menerima kebenaran.

Para koruptor menggunakan jari jemarinya untuk memindahkan angka-angka hitungan wang dalam memanipulasi para auditor di tempatnya bekerja. Ibu jari dan telunjuk digunakan menulis dengan pen atau pensil di atas kertas. Seorang pengambil keputusan menandatangani surat-surat penting dengan pennya. Para pelajar mencatat pelajaran, para pelukis melukis di atas kanvas dan lain-lain.
Jari jemari digunakan untuk keburukan misalnya oleh para pengarang yang mengotak-ngatik tulisan sehingga menyesatkan orang lain. Hujung jari-jemarinya digunakan untuk menekan huruf di atas keyboard ketika membuat tulisan yang merendahkan orang lain. Seorang pembunuh yang menggunakan pistol memakai telunjuknya untuk menarik picu pistolnya sehingga pistol itu pun memuntahkan peluru. Para penjahat dan pelaku kecurangan menggunakan jari jemari dalam menjalankan aksinya,

Sebaliknya jari jemari juga dilakukan untuk kebaikan dan ibadah kepada Allah. Dengan jari jemari anda dapat menolong orang lain. Anda yang sedang berzikir kepada Allah juga menggunakan jari jemari untuk menghitung puji-pujian terhadap Allah. Jumlah kalimat thoyyibah : Subhanallah,Alhamdulillah, dan Allahu Akbar biasanya dihitung masing-masing 33 kali sedangkan istighfar dan Laa ilaha-illallah 100 kali sehingga mudah dilakukan dengan menekan jari jemari yang berjumlah 30 dan ditambah 3.

Ketika Anda berdiri dalam sholat jari-jari tangan sebelah kanan di taruh di atas tangan kiri. Jari telunjuk pun diacukan ketika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat di dalam sholatnya. Kerana itu jari jemari ini tahu persis apa yang telah dilakukan pemiliknya. Apakah jari anda digunakan berdzikir, bersyahadat ataupun melaksanakan ibadah lainnya. Apakah dia membuat kebaikan ataukah keburukan, semua ada balasannya.
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, nescaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, nescaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. 9. Az Zalzalah:7-8)

Menjadi Saksi
Walaupun banyak sekali fungsi dan peranannya, jari jemari tidak menentukan segalanya dalam aktiviti hidup manusia. Sebab pengendali utama hidup manusia adalah hatinya. Jika hatinya sihat manusia menjadi baik. Jika hatinya berpenyakit maka perbuatannya pun akan buruk.Jari jemari melakukan tugas yang diperintahkan otak manusia. Otak ini dikendalikan hati yang terdapat di dalam dada.
Dengan sangat indah Nabi Muhammad SAW menggambarkan bahwa hati mukmin berada di antara jemari Ar Rahmaan

Maksudnya Allah teramat dekat dengan manusia sehingga dapat membolak-balik hatinya dari beriman menjadi kufur atau dari kufur menjadi mukmin. Setiap muslim dituntut memelihara imannya dan berdo'a kepada Allah,
"Ya Allah yang mampu membolak-balik hati teguhkanlah hatiku dalam agamaMu" (Al hadits)

Muslim hendaknya memelihara keteguhan hatinya di dalam agama Allah dan mencegah jari jemarinya dari perbuatan durhaka. Sebab, jari jemari itu akan menjadi saksi atas apa yang diperbuat pemiliknya. Al- Quran menyatakan tentang hari kiamat dimana jari jemari manusia yang telah hancur bercampur tanah akan dikembalikan.
"Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna".
(QS. 75. Al Qiyamah:4)

Inilah penggambaran yang sempurna tentang kehidupan sesudah mati. Allah akan menyusun kembali tulang belulang manusia yang berserakan. Bahkan setiap ruas jari-jemari akan kembali utuh sebagaimana semula.. Si empunya jari jemari itu pun dituntut pertanggungjawaban terhadap apa yang telah diperbuatnya.

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan." (QS. 36. Yaasin:65)

Tidak itu saja, persaksian terhadap sikap, ucapan, dan perilaku bukan hanya disampaikan oleh jari jemari tetapi juga oleh kulit manusia.Seperti halnya jari jemari setiap sel kulit akan kembali seperti semula untuk
memberikan persaksian terhadap apa yang diperbuat oleh pemiliknya...
Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.(QS. 41. Fushshilat:20)

Mukjizat Allah, tanda 99 (Asmaul Husna) pada telapak tangan anda.
Tahukah sahabat, garis utama kedua telapak tangan kita,(lihat gambar), bertuliskan dalam angka Arab yaitu :
|/ pada telapak tangan kanan, artinya : 18 dan /| pada telapak tangan kiri, artinya : 81
Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99
99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang terdapat dalam Al-Quran ! "